Cara Mengajar Yang Menyenangkan dan tidak Membosankan

Cara Mengajar yang Menyenangkan dan Tidak Membosankan – Saat ini dunia pendidikan Indonesia sudah semakin terpuruk yang dikarenakan  kegagalan para pendidik dalam mendidik para generasi muda. Hal terbesar yang menyebabkan kegagalan tersebut adalah kekurang tepatan model-model pembelajaran yang diaplikasikan oleh guru selama ini. Terlepas dari berbagai faktor penyebab kegagalan, seroang pendidik memiliki peranan yang sangat penting berkenaan dengan sukses atau tidaknya suatu proses pembelajaran. Dan oleh karena itulah guru harus tahu prinsip serta cara mengajar yang baik.

Fakta ini menjadikan para siswa di sekolah dasar pun ikut merasakan kejenuhan jika telah memasuki mata pelajaran tertentu, khususnya pada matapelajaran hitung-hitungan atau juga hafalan. Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa selama beberapa tahun ini pendidikan Indonesia hanya menyuguhkan suatu bentuk hafalan kepada siswa. Siswa sendiri sudah bisa dianggap sebagai suatu mesin foto kopi yang diharuskan menghafal berlembar-lembar materi dan juga para siswa hanya diiinstruksikan mendengarkan guru mereka berbicara saja tanpa ikut terlibat dalam pembelajaran. Disini siswa tidak diajak untuk terlibat dan ikut berpikir tentang bagaimana caranya untuk mengembangkan sesuatu dari apa yang telah mereka pelajari. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab dimana siswa menjadi bosan saat pembelajaran. Nah oleh karena itulah guru harus mampu mengatasi hal tersebut dan tentunya tampil bersemangat dalam mengajar.

Dalam kegiatan pembelajaran ada beberapa tips serta cara agar proses KBM tidak membosankan bagi para siswa, Berikut beberapa tips agar siswa tidak jenuh saat belajar di kelas : 

  1. Pemilihan metode yang baik dan tepat, guru sebagai seorang pendidik diharuskan memilih suatu metode yang tepat dan berkualitas. Sebisamungkin metode yang diaplikasikan bisa membuat para siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran yang pada akhirnya kegiatan KBM pun menjadi tidak membosankan bagi para siswa. 
  2. Pemilihan media yang tepat dan berkualitas, guru sebagai seorang pendidik sebisamungkin mempertimbangkan media apa yang sekiranya cocok dan pas untuk diterapkan pada kegiatan pembelajaran. Tujuan dari pengaplikasian media itu sendiri adalah agar para siswa bisa menyerap materi pelajaran yang diajarkan oleh gurunya tanpa merasa jenuh dan tentunya menjadikan mereka ikut terlibat aktif pada proses pembelajaran. 
  3. Mengadakan sebuah simulasi, hal tersebut sangat diperlukan untuk diaplikasikan di saat proses belajar mengajar. Pilihlah suatu bentuk simulasi yang dapat membangkitkan gairah semangat belajar siswa. 
  4. Lakukan suatu bentuk pembelajaran secara outdoor, guru jangan hanya melakukakan suatu proses pembelajaran di dalam kelas saja, manfaatkan juga lokasi-lokasi yang ada. Kegiatan didalam kelas secara terus-menerus hanya akan menjadikan siswa bosan dan jenuh. Oleh karenanya, cobalah sesekali untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara outdoor sehingga para siswa tidak merasa bosa dengan suasana pembelajaran. 
  5. Pendekatan terhadap para siswa, guru sebagai seorang pendidik diharapkan mampu melakukan suatu bentuk pendekatan kepada para siswa agar mereka tidak merasa malu dan sungkan untuk bertanya kepada guru. Hal ini akan menjadikan siswa menjadi lebih aktif dan berperan penting dalam pembelajaran. 

Mungkin sekian saja tips-tips agar para siswa tidak merasa jenuh dan bosa saat KBM berlangsung. Hal yang perlu diingat disini adalah semua guru harus memiliki banyak kreatifitas dalam menunjang proses belajar-mengajar di kelas, (baca juga: Tips menjadi guru kreatif) sehingga siswa menjadi senang dan tidak membuat siswa bosan dan jenuh.


Iklan

Kependudukan

Penduduk adalah semua orang yang pada waktu sensus dilaksanakan telah 6 bulan lamanya tinggal di suatu negara. Pertumbuhan penduduk adalah pertambahan penduduk pada waktu tertentu di suatau negara atau wilayah tertentu yang disebabkan oleh kelahiran, kematian, dan migrasi. Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk dalam setiap. wilayah seluas 1 km persegi.

Piramida penduduk adalah grafik balok yang dibuat secara horisontal untuk membandingkan penduduk laki-laki dan penduduk perempuan.

Bentuk-bentuk piramida penduduk menurut mur jenis kelamin yaitu :

1) Piramida Penduduk Muda (Expansive)

               Suatu wilayah yang memiliki angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang rendah sehingga daerah ini mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat. Piramida ini dicirikan sebagian besar penduduk masuk dalam kelompok umur muda. Contohnya adalah negara-negara yang sedang berkembang, misalnya Indonesia, Malaysia, Filipina, dan India.

           Ciri-ciri komposisi penduduk ekspansiv antara lain sebagai berikut.

Jumlah penduduk usia muda (0–19 tahun) sangat besar, sedangkan usia tua sedikit.

Angka kelahiran jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka kematian.

Pertumbuhan penduduk relatif tinggi.

          Sebagian besar terdapat di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Republik Rakyat Cina, Mesir, dan India.

2) Piramida Penduduk Stasioner

Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan tingkat kelahiran yang hampir sama dengan tingkat kematian atau bersifat stasioner. Pertumbuhan penduduk cenderung tetap. Piramida ini menunjukkan jumlah penduduk muda, dewasa, dan tua hampir sama. Contoh: bentuk piramida penduduk Jepang dan Singapura serta beberapa negara yang tergolong maju.

Ciri-ciri komposisi penduduk stasioner antara lain sebagai berikut.

Perbandingan jumlah penduduk pada kelompok usia muda dan dewasa relatif seimbang.

Tingkat kelahiran umumnya tidak begitu tinggi, demikian pula dengan angka kematian relatif lebih rendah.

Pertumbuhan penduduk kecil.

  Terdapat di beberapa negara maju antara lain Amerika Serikat, Belanda, dan Inggris.

3) Piramida Penduduk Tua (Constructive)

Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan tingkat kelahiran yang lebih rendah dari tingkat kematian atau bersifat konstruktif. Penurunan tingkat kelahiran yang tajam menyebabkan pertumbuhan penduduk mengalami penurunan. Piramida penduduk ini memiliki umur median (pertengahan) sangat tinggi. Contoh: piramida penduduk negara Jerman, Belgia, dan Swiss

                Ciri-ciri komposisi penduduk konstruktif antara lain sebagai berikut.

Jumlah penduduk usia muda (0–19 tahun) dan usia tua (di atas usia 64 tahun) sangat kecil.

Jumlah penduduk yang tinggi terkonsentrasi pada ke lompok usia dewasa.

Angka kelahiran sangat rendah, demikian juga angka kematian.

Pertumbuhan penduduk sangat rendah mendekati nol, bahkan pertumbuhan penduduk sebagian mencapai tingkat negatif.

Jumlah penduduk cenderung berkurang dari tahun ke tahun.

Negara yang berada pada fase ini, antara lain Swedia, Jerman, dan Belgia.c

Sensus Penduduk 2000 menunjukkan bahwa jumlah pendudukperkotaan di Indonesia telah mencapai lebih dari 85 juta jiwa, denganlaju kenaikan sebesar 4,40 persen per tahun selama kurun 1990-2000. Jumlah itu kira-kira hampir 42 persen dari total jumlah penduduk.Mengikuti kecenderungan tersebut, dewasa ini (2005)diperkirakan bahwa jumlah penduduk perkotaan telah melampaui 100 juta jiwa, dan kini hampir setengah jumlah penduduk Indonesia tinggaldi wilayah perkotaan. Hal ini tentu saja berdampak sangat luas padaupaya perencanaan dan pengelolaan pembangunan wilayah perkotaan.Meningkatnya proporsi penduduk yang tinggal di perkotaandapat berarti bahwa penduduk berbondong-bondong pindah dariperdesaan ke perkotaan, atau dengan kata lain penduduk melakukan urbanisasi.Secara demografis sumber pertumbuhan penduduk perkotaan